Bermain Catur dengan Alam

Seharusnya kehidupan seperti catur. Maksudku cara bermainnya juga seperti catur. Memang, sebagian orang mengatakan kurang benar kalau sistem kehidupan seperti catur, di mana raja hanya diam, dan pion kecil dijadikan korban. Raja hanya bisa melakukan satu langkah, tapi menteri dan lainnya bisa banyak langkah. Bagiku itu adalah sebuah omong kosong tentang trik dan tipuan. Bukankah sudah jelas bahwa raja tidak berarti apa-apa? Siapa yang berarti di sana? Tidak jarang sebagian orang yang bermain catur tidak mempedulikan raja, sebaliknya menjaga pion kecil untuk tetap berdiri tegar menghadang pion musuh. Itu pulalah yang kadang membuat sebagian orang itu kalah telak. Tapi itu tak masalah, selagi punya alasan baik.

Orang yang selalu menang, dia takut pada kalah. Tapi kemenangan baginya adalah hal yang biasa. Sebaliknya, kekalahan adalah hal istimewa tanpa orang yang selalu menang itu sadari. Sakit memang menerima kekalahan, tapi kalau orang itu berpikir bahwa harus ada kekalahan untuk melepas kemenangan sejati dan sadar bahwa itu hanya sebuah permainan, tentu tidak ada alasan sakit singgah di dada, yang kemudian membuat sesak pengap dunia.

Tak apa selalu membuat menteri berjalan ke sana ke mari. Tak masalah kuda benteng dipertaruhkan, asal pion tetap berdiri tegar menemukan jalannya. Memang, sesekali pion harus mengorbankan dirinya untuk menjadi besar seperti menteri, kuda, dan sebagainya. Yang bukan pion bisa bertindak gegabah, sesuka hati, karena memiliki banyak jalan, sedang pion hanya memiliki satu jalan, tak bisa berbuat apa-apalah dia. Tapi sadar atau tidak, saat menteri, benteng, kuda dan sebagainya itu kalah dalam langkah, pion bisa menjadi mereka. Bahkan pion bisa menjadi menteri untuk menjaga raja yang tak ada gunanya itu, seperti yang kusinggung sebelumnya. Raja hanya simbol kemenangan, tak peduli dia dipojokkan asal tetap berdiri tak menjadi masalah.

Jangan sekali-kali takut dalam permainan. Semua orang tahu, baik mereka yang mengatakan dirinya tidak tahu bahwa hidup ini adalah permainan. Ada penawaran dan kasih sayang serta kebencian di sana, tapi itu bukan segalanya. Dalam permainan, ketenangan adalah segala-galanya. Itulah mengapa orang-orang saat ditanyakan perihal cita-cita selalu mengatakan untuk mencapai kesenangan. Intinya begitu, walau untuk mengatakan dirinya mencita-citakan kesenangan dibungkus dengan kalimat, saya bercita-cita menjadi presiden, akuntan, menteri dan sebagainya. Pada akhirnya yang dituju adalah kesenangan. Tak lebih, tak kurang.

Papan catur menawarkan kesenangan untuk bermain-main. Kekalahan bukanlah hal buruk, dan kemenangan bukanlah segala-galanya. Bagaimana orang yang menang itu akan merasa bahagia sedang saat mengalahkan lawan membuat lawannya bahagia. Bagi si pemenang itu adalah pelecehan. Sebagaimana pun hidup, kalau tidak senang itulah neraka kekalahan. Itulah mengapa seseorang yang tak punya alasan bermain-main dalam hidup lebih menikmati kekalahan, seperti mabuk-mabukan, main perempuan, mengonsumsi obat-obatan, berjudi atau hal buruk lainnya. Itu agar mereka merasakan kesenangan. Senang bisa dilakukan dengan kesalahan, apakah itu selalu buruk? Bagi yang selalu merasa menang itu adalah buruk, tapi tidak bagi yang selalu merasa kalah. Kekalahan adalah hal biasa yang mengagumkan, di mana detak jantung lebih cepat, pikiran kacau seperti melayang. Bedanya, kekalahan kadang menjadi candu, sedang kemenangan tidak. Ada kalanya orang yang memenangkan cita-citanya meninggalkan cita-cita itu.

Tidak buruk juga membahas catur dengan permainannya yang sederhana. Itulah hidup, seperti berada di atas papan catur dengan pengorbanan bidak di atasnya. Anggaplah bidang dengan kotak-kotak yang hanya terdiri dari dua warna itu adalah alam tempat manusia hidup, di mana putih adalah hal baik dan hitam adalah buruk, di mana putih selalu memulai langkah duluan dan hitam mendapat bagian terakhir untuk melangkah. Semudah itu cara mainnya, tapi taktik dan rekayasa kekalahan selalu mengantarkan pada kemenangan. Sebesar apa yang dikorbankan, sebesar itu pula kemenangannya. Jangan katakan mereka yang hanya mengorbankan hal kecil seperti pion akan mendapat kemenangan yang sesungguhnya kemenangan. Karena itu tak keren sekali.

Semua yang pernah melihat catur pasti tahu, catur yang terbuat dari batang pohon lebih tampak seperti catur sungguhan daripada catur yang terbuat dari plastik. Catur yang terbuat dari pohon lebih menyatu dengan alam, dan itu pas sekali dengan jalan hidup catur yang sesungguhnya. Katakanlah pohon berada dalam alam, sedang di papan catur alam berada di pohon yang bidang. Kalau ada yang mau sadar dengan permainan yang ada di atas batang pohon itu, seharusnya untuk mencapai puncak, sebuah daun tidak mengandalkan ranting yang besar, katakanlah daun tidak membutuhkan batang besar untuk berada di atas, dia membutuhkan batang bagian yang kecil. Yang dijunjung adalah hal kecil, batang selalu dikorbankan, agar mencapai matahari yang sempurna dan kehidupan batang yang tak sia-sia. Jadi tak salah kalau hal besar yang bisa melakukan banyak hal seperti benteng itu dikorbankan.

Selalu menjadi bidak catur yang baik. Pemain catur tidak pernah mengkhianati bidak di atas papan catur, seperti mengubah posisi raja menjadi pion, misal atau sebagainya. Dan paling indah di atas papan catur adalah saling melindungi satu sama lain untuk melanjutkan langkah yang sempurna.[]
Labels: 2017, Renungan

Terima Kasih telah membaca Bermain Catur dengan Alam. Kalau kalian suka, bagikan...!

0 Comment for "Bermain Catur dengan Alam"

Back To Top