Rahasia Besar yang Disimpan Rapat Para Politikus Tentang KPK

Mereka yang pernah diperas habis-habisan oleh suatu badan yang menyatakan dirinya pembantu negeri itu pasti tahu seandainya membaca judulnya saja dari tulisan ini. Saya bersikukuh untuk menuliskannya, karena ini cara saya untuk menyampaikan kebenaran. Sebelum anda membaca tulisan ini lebih jauh, ada baiknya mengambil air satu gelas, agar tidak batuk-batuk dan muntah-muntah.

Pertanyaan mendasar dari kejanggalan aliansi yang menamakan dirinya sebagai Komisi Pemberantas Korupsi itu adalah, uang yang mereka amankan dari para koruptor, mobil yang disita, rumah yang dilelang, dan sebagainya itu, apakah pernah sampai ke tangan pemerintah? Jawabannya adalah tidak. Semua itu masuk ke kantong dan dibagi rata. Mengerikan, bukan? Mengerikan, saya yang menulis ini pun mengerikan, karena seumpama salah seorang dari aliansi itu membaca tulisan ini, bisa jadi nyawa saya terancam. Tapi sudahlah, toh sangat sedikit orang yang membaca tulisan di blog saya. Anda yang membaca termasuk yang sok percaya pada saya. Sebab saya tidak bisa menyajikan bukti-bukti, karena bukti yang saya punya selalu benda yang bisa bergerak, seperti para anggota DPR dan sejenisnya, bukan benda mati.

Mereka yang sudah ketahuan korup oleh badan penyidik KPK tidak tenang lagi hidupnya. Sebab, seandainya mereka korup lima ratus juta, mereka akan ditagih satu miliar oleh penyidik, dan hasilnya dibagi rata seperti yang saya kemukakan di atas. benar-benar diperas. Yang nasibnya kurang beruntung itu ada kalanya menyerah menutupi kebobrokannya karena tak bisa membungkam penyidik, lantas ditangkaplah mereka. Lihat saja, mereka yang ditangkap KPK bukanlah orang yang pertama kali didatangi lalu langsung ditangkap seperti lagu cicak-cicak di dinding, tidak, mereka pernah didatangi beberapa kali.

Sekarang, ada badan yang berani untuk mengungkap keburukan yang terstruktur dari Komisi yang katanya Pemberantas Korupsi itu, sebutlah DPR. Namun badan itu tak benar-benar berani, sebab hanya hak angket yang bisa mereka lakukan, tapi itu sudah cukup membuat KPK khawatir seperti anak yang ketahuan mencuri uang. Anehnya, kalau mereka benar-benar bersih dari hal yang tidak benar, mengapa takut pada hak angket yang belum tentu itu bisa menjatuhkan mereka kalau memang benar diri mereka tak ada keburukan? Memang, tak ada maling yang tak gugup dan risau serta rusuh kalau ada yang menuduh dirinya mencuri, padahal tidak benar-benar menuduh, hanya sangkaan. Lihatlah apa yang terjadi sekarang terhadap maling yang gaduh itu. Mengadakan opini sana sini. Membayar orang untuk melakukan ini itu. Mereka bisa melakukan ini itu pula pun karena uang yang mereka punya melimpah, sumbangan dari para orang yang kurang beruntung ketahuan mencuri uang sekarung dan para penjahat yang lebih sadis dari koruptor.

Tahu hal lain tentang Komisi itu, mereka akan sulit ditumbangkan, karena ada para mafia dan pemilik modal seperti perusahaan gelap tertentu yang berlindung di baliknya. Sekarang, para mafia itu juga gentar, takut-takut suatu badan yang bertengger menjaganya runtuh hanya karena hak angket. Dan ketahuilah, para orang yang ketahuan korup itu tak lebihnya calo bagi bus dan angkutan umum tertentu, mereka hanya mendapat uang persekian persen dari yang punya bus.

Semoga saja setelah tulisan ini anda baca tidak disebar luaskan, karena bisa jadi nyawa saya terancam. Ah, saya harus cepat-cepat tutup pintu rapat-rapat dan gulung tikar untuk pindah ke negeri sebelah, ini. Itu pun kalau tulisan ini ada yang baca.[]
Labels: 2017, Kebenaran, Tentang Negeri

Terima Kasih telah membaca Rahasia Besar yang Disimpan Rapat Para Politikus Tentang KPK. Kalau kalian suka, bagikan...!

0 Comment for "Rahasia Besar yang Disimpan Rapat Para Politikus Tentang KPK"

Back To Top