Kritikus Dikritik Kritik Balik



Seseorang bisa mengkritik sepuas-puasnya tentang banyak hal. Itu bisa dibuktikan di beberapa media online. Bahkan di situs berita online juga, seperti di Mojok.co, di Tirto.id, Caknun.com, dan beberapa situs penyedia berita lainnya. Yang paling parah itu di Mojok.co, di sana segala tindakan yang sebenarnya tidak lucu dibuat lucu. Cara menyindir yang terlalu ketua-tuaan. Suka sih saya baca, bahkan banyak yang senang membaca tulisan-tulisan di sana. Tapi bagaimanapun, itu terlalu memaksakan. Seperti pengkritikan tentang segala momen yang terjadi pada presiden. Tidak ada momen yang tidak bisa dikritik, dianekdot dan sebagainya. Ah, itu juga sebuah kebebasan. Tak masalahlah melakukan ini itu selama itu hanya berbentuk tulisan yang dikemas dengan sindiran cerdas dan lucu.

Menjadikan tragedi sebagai komedi hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang setingkat sufi. Pengolahan bahasa yang kuat, tidak menyimpang dari yang akan disampaikan tapi mengena, itulah kesungguhan penulis yang mantap, yang saya kategorikan itu hanya bisa dilakukan orang yang setingkat sufi. Kalau seperti saya, jauh angin dengan air. Menulis tentang kritikan yang kurang berkelas pun dikritik dengan tulisan yang tak berkelas. Ya ampun, parahnya.

Tapi bagaimanalah, memang begitu nyatanya. Semua bisa mengkritik tapi sekaligus dikritik. Kritik yang tumpang tindih. Malah hal itu terkesan saling ejek. Bedanya hanya dikemas dalam bentuk tulisan atau ucapan yang cerdas. Eh, saya kan di sini membahas tentang tulisan yang mengkritik, kok malah ngaur ke ucapan. Adduh.

Kembali lagi pada yang ingin tulisan ini muntahkan. Budaya kritik mengkritik ini hanya ada di zaman media. Kalau dulu orang mau kritik-kritikan sulit, harus punya mulut banyak. Lah sekarang, mengkritik di satu akun media sosial, bisa menyebar di media sosial lainnya dengan mudah. Ditambah lagi ada aplikasi penyedia penyebaran ke segala media, seperti mengirim di akun Instagram, tapi sudah bisa terkirim di facebook, path, line, twitter dan sebagainya. Tahu ah ribet membahas hal seperti itu.

Anehnya, setiap orang bisa dikritik dari sisi mana saja. Bahkan, orang bisu pun bisa dikritik. Jika demikian, maka yang ada sekarang ini adalah masa yang sangat amat sulit, diam dikritik, bertindak dikritik, bahkan yang mengkritik juga dapat dikritik. Lah, enaknya ke mana, ya? Mengubur diri? Tahulah kalau dikritik itu menyakitkan. Bahkan, orang yang kebal kritikan pun sebenarnya tidak suka dikritik. Di hati yang paling dalam, manusia tidak mau merasakan hal seperti itu. Ayo ngaku?[]
Labels: 2017

Terima Kasih telah membaca Kritikus Dikritik Kritik Balik. Kalau kalian suka, bagikan...!

0 Comment for "Kritikus Dikritik Kritik Balik"

Back To Top