Setya Novanto Dibully vs Tiang Listrik


Berhentilah sok jadi penganalisis kalau bukan bidangnya.
Setya Novanto sudah mewanti-wanti
Saya merasa amat kasihan pada Setya Novanto. Walau mungkin akan lebih kasihan diri ini, tapi bagaimanapun saya harus merasa kasihan. Sebab orang yang benci dengan orang yang suka padanya tak sebanding. Jelas itu tak adil. Ditambah lagi, dia selalu sakit-sakitan. Berkenaan dengan sakit-sakitannya itu, tentu adalah hal yang aneh. Bukan berarti saya berprasangka buruk dia ingin lari dari masalah, tidak. Melainkan, masalah selalu menghampirinya bertubi-tubi.

Banyak orang yang sependapat bahwa, kekuatan mental seseorang mempengaruhi kesehatan orang tersebut. Dilihat dari masalah yang menimpa Setya Novanto, mungkin dia tertekan, mentalnya rapuh, lalu terjadi berbagai masalah lainnya. Ditambah, kabar terakhir yang saya dapatkan, dia kecelakaan dengan mobil fortunernya pada saat akan ke KPK, malam kemarin 16/11/20017. Mengenaskan sekali. Saya yang semenyedihkan ini, malah merasa dia juga sama atau bahkan lebih menyedihkan. Tapi tak apalah, sebab orang yang sering dapat masalah dan sakit-sakitan adalah ujian dari Tuhan, berarti dia sedang disayang Tuhan. Berpikir baik sajalah.

Mengakulah, mereka yang membully dan memandang sebelah mata Setya Novanto adalah mereka yang tidak mau mengerti, tidak membuka mata, egois, dan menganggap sebuah masalah bisa diatasi dengan mudah. Mereka belum tahu saja bagaimana berada di posisi dia yang selalu merasa dizalimi, dituduh ini itu, dibully, bahkan kadang cobaan dari Tuhan tidak bisa dia bedakan dengan cobaan yang datang dari manusia. Kasihan sekali dia. Bukan berarti saya mengatakan dia kasihan karena saya lebih baik, tidak. Tapi bagaimanapun kasihan dia telah terlontang-lantung, kesana-kemari mencari kebenaran, mencari keamanan atas mentalnya yang kian rapuh. Telah beberapa kasus yang menimpanya. Dia sesungguhnya lelah, amat lelah. Tahulah bahwa cara terbaik melenyapkan rasa lelah adalah dengan mengalah, yaitu tidur atau sakit.

Saya hanya bisa berbela sungkawa. Tidak mau membahas yang bukan-bukan tentangnya, karena kejadian sebenarnya, atau keadaan sesungguhnya dari setiap orang hanya Tuhan yang tahu. Bukan saya sok islami, tidak. Tapi saya percaya bahwa Tuhan amat adil dan maha mengadili.

Demikianlah semoga Setya Novanto cepat dijauhi dari segala marabahaya, dapat keadilan yang sesungguhnya, bahwa dirinya merasa tidak bersalah, dan memang sepatutnya tak bersalah, karena salah tidaknya hanya Tuhan yang tahu. Alah, tuhan lagi tuhan lagi.

Baiklah, karena sekarang teramat banyak orang yang sok jadi pengamat, termasuk saya. Ditambah lagi juga terlalu banyak orang berargumen tanpa pengetahuan yang mumpuni, termasuk saya. Jadi tak apalah dulu, saya hanya sekadar mau mengingatkan yang sok jago kritis, sok tahu segalanya untuk memertajam analisis.[]
Labels: 2017, Tentang Negeri

Terima Kasih telah membaca Setya Novanto Dibully vs Tiang Listrik. Kalau kalian suka, bagikan...!

0 Comment for "Setya Novanto Dibully vs Tiang Listrik"

Back To Top