Nubuat Kiamat yang Semakin Jelas



Diri ini ingin menulis sesuatu, tapi selalu lupa. Lupa yang tampak disengaja sebetulnya. Punya keinginan untuk menulis, tapi tak punya daya upaya. Ingin terus berkarya, namun selalu ada hal lain yang menghantui. Terutama, yang paling mengganggu, dan paling hantu dibanding menghantui tadi, adalah tentang Palestina. Kudapati di suatu riwayat bahwa kota itu selamanya tidak akan damai, kecuali saat kiamat nanti. Kalau Palestina sekarang mulai aman, tidak lagi ada serangan, maka kepala ini tak bisa lagi membayangkan bagaimana nasib kita.


Setelah merenung di depan laptop, pikiran melayang pada tanda-tanda si kiamat. Aku berpikir, begitu sakralnya si kiamat, hingga membuat semuanya tampak hanya gejala alam semata. Tentang Dajal beserta pengikutnya, kita tidak akan pernah tahu siapa dan di mana Dajal berada. Bisa jadi, makhluk itu berada di sekitar kita. Tentu, Dajal tidak akan muncul seperti yang sudah dituliskan, dengan paras begini dan seperti itu. Bisa jadi Dajal datang dari orang Islam itu sendiri, menjelma kehidupan yang begitu canggih, taat tapi siapa yang tahu isi hati?


Fitnah bisa dipermainkan dengan mudah. Segala hal dapat dispekulasi. Maka siapa yang menciptakan Dajal ini? Bisa jadi, Dajal yang akan datang tidak tahu bahwa dirinya Dajal. Begitupula Imam Mahdi, bisa jadi namanya bukan Imam Mahdi, tapi dia adalah Imam yang disebut dalam nubuat-nubuat kitab suci. Tentu tak elite sekali semisal nanti ada orang yang mengaku dirinya Imam Mahdi, "woi, saya Mahdi, Imam kalian", karena itu sudah jelas bukan Imam Mahdi, imam sesungguhnya tentu diam, tak perlu bersorak pada toak bahwa dirinya telah hadir. Dan bisa jadi, Imam Mahdi yang datang tidak sadar bahwa dirinya adalah Imam Mahdi. Atau pula nabi Isa yang akan turun, tidak sadar bahwa dirinya adalah Isa.

Di akhir zaman sebagian besar sesuatu yang ada bisa dipikirkan. Seperti halnya terciptanya binatang jenis baru, sebut saja Yakjud-Makjud. Bisa jadi ada, hewan mengerikan itu ada karena ulah para ilmuwan, yang di kepalanya selalu ada kata "saya harus selalu berteori dan melakukan percobaan". Surga Dajal sekalipun, bisa dibayangkan akan ada dari apa. Bisa jadi, Dajal menyerupai kepala negara yang perhatian pada rakyatnya, memberi banyak harapan, memberi banyak kemudahan, yang tentu segala kemewahan dapat dibuatnya dari dana negara. Siapa yang akan tahu bahwa itu Dajal, sedang perbuatannya begitu baik dan memesona serta bijaksana? Kala hari itu datang, sungguh adalah cobaan yang paling berat bagi kita. Kalau boleh memilih hidup, sungguh aku memilih hidup di zaman saat nabi-nabi berada, atau paling tidak bukan waktu setelah seperti sekarang ini.


Sekarang sangat sulit untuk tidak berbuat dosa. Orang yang beribadah sekalipun, tampak seperti bersandiwara--pergi ke makah, berfoto ria, mau ngaji, shalat dan sebagainya dijadikan status di media sosial. Ditambah, segala informasi dapat diakses melalui internet, dan kebanyakan dari informasi itu mengandung dosa. Bagaimana tidak mengandung dosa, sedang kebanyakan hanya membaca sekilas tanpa tuntas, lalu menyebarkannya, berkomentar pedas tapi tidak tahu isi keseluruhan dari informasi itu.

Semua hal mulai menjadi abstrak. Benda yang dapat diraba menjelama makhluk halus, dengan nama Virtual. Buku-buku, belanjaan, bahkan istri sekalipun, mulai berbentuk virtual. Parahnya, kitab-kitab berbasis virtual begitu marak di telepon-tepon yang terpelajar--dari saking terpelajarnya sampai mengajarkan orang yang memegannya. Suatu ketika, nubuat tentang kitab suci yang akan pudar akan benar-benar terjadi, berpindah ke virtual, eksistensinya tak sama lagi.


Lalu zina, jangan ditanya. Film porno bisa diakses di mana saja, perzinahan begitu marak, tidak hanya di dunia riil, tapi di dunia fiksi sekalipun sama maraknya. Kita dapat menyaksikan sendiri, hal yang dulunya tabu itu sekarang menjadi biasa-biasa saja. Pada saat zamannya telepon bodoh bertebaran, orang yang kehidupannya penuh kemewahan tidak mudah terjerumus pada kenestapaan, seperti diselingkuhi misal. Tapi saat telepon pintar dapat dipegang siapa saja, kehidupan tidak lagi sama. Kemudahan yang semakin merajalela seperti udara.


Semua itu tak dapat ditanggulangi. Tentang internet dan semua alat canggihnya, yang kadang membuat fitnah dan peperangan. Benar saja, seperti yang dinubuatkan nabi, bahwa akan ada orang yang membunuh dan yang dibunuh tidak tahu mengapa dirinya dibunuh serta membunuh.

Maha canggih Tuhan, yang telah memberi manusia akal canggih dan dari saking canggihnya membuat kehidupan modern beserta perangkat cerdasnya yang menjelma internet elektronik begitu sulit dipahami. Pilihan terakhir, agar kehidupan ini menjadi damai adalah dengan menghancurkan internet beserta alat canggihnya. Memang itu sulit, menyadari sebagian besar manusia telah menjadikan alat canggih itu sebagai ketergantungan, namun tak putus harap, bahwa hal itu pasti terjadi. Entah kapan.


Diri ini benar-benar tak bisa membayangkan kehidupan seperti apa yang telah Tuhan rencanakan. Dalam suatu nubuat dikatakan, dunia yang ternoda kelak akan tersucikan. Saat kejadian itu berlangsung, sudah di manakah aku?[]
Labels: 2017, Kebenaran, Renungan

Terima Kasih telah membaca Nubuat Kiamat yang Semakin Jelas. Kalau kalian suka, bagikan...!

0 Comment for "Nubuat Kiamat yang Semakin Jelas"

Back To Top