About of PBB



Sejarah Berdirinya Perserikatan Bangsa-Bangsa

Istilah Perserikatan Bangsa-Bangsa, atau sebutlah PBB, dipercaya dikenalkan pertama kali oleh Franklin D. Roosevelt. Namun dijadikan istilah resmi pertama kali pada tanggal 1 Januari 1942, pada saat dua puluh enam pemerintah datang untuk menandatangani piagam atlantik, dan karena pada saat itu pula negara-negara berjaji untuk melanjutkan usaha perang.

Perserikatan Bangsa-Bangsa terbentuk di tahun 1945 untuk mengatasi terjadinya perang dunia ketiga. Karena, sebelumnya pernah dibuat organisasi internasional serupa yang bernama Liga Bangsa-Bangsa, yang rupanya tidak dapat mengatasi terjadinya perang dunia kedua. PBB ada agar tidak terjadi hal yang serupa seperti yang dialami Liga Bangsa-Bangsa.

Tepatnya, pada 24 Oktober 1945 di San Fansisco, PBB didirikan. Kemudian berlangsung sidang umum pertama yang diikuti oleh 51 negara anggota pada 10 Januari 1946 di Church House, London (saat ini keanggotaan PBB terdapat 193 anggota). Pada saat itu misi PBB untuk menegakkan perdamaian sulit tercapai sebab terjadi perang dingin Uni Soviet dengan Amerika Serikat.

Keanggotaan PBB melesat hebat setelah periode dekolonisasi pada tahun 1960, lalu di tahun 1970 anggaran pembangunan perekonomian dan sosial jauh di atas anggaran pemeliharaan kedamaian. Namun, setelah perang dingin berakhir, PBB mengeluarkan misi militer untuk memelihara perdamaian di belahan dunia, walau dengan hasil yang berbeda.

Pada awal didirikan, PBB mendapat banyak kecaman dari beberapa kalangan. Berdirinya PBB dianggap sebagai organisasi yang berusaha memerintah seluruh dunia di bawah kendalinya.

Fungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa


Fungsi PBB sebagaimana tujuan awal saat didirikan, yaitu: menyelamatkan generasi masa depan dari perang, menegaskan kembali hak asasi manusia, membangun kehormatan terhadap perjanjian internasional, dan menyuarakan kemajuan sosial serta standar hidup yang baik. Tujuan lainnya adalah untuk menghormati persamaan hak dan penentuan nasib bangsa yang merdeka. Tugas akhir PBB setelah dunia damai dari perang adalah bernegosiasi dan memelihara kedamaian tersebut.

Namun untuk fungsi spesifik, bisa dilihat dari badan-badan khusus yang ada di dalam PBB. Sebagaimana yang tercantum dalam piagam PBB, bahwa setiap organ utama PBB dapat membangun berbagai badan untuk memenuhi tugasnya. Ada beberapa lembaga PBB yang paling dikenal dunia, di antaranya badan energi atom internasional, organisasi pangan dan pertanian, (organisasi pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan PBB), organisasi kesehatan dunia dan bank dunia. Dari badan-badan yang disebutkan tadi, keseluruhannya tak lepas dari tujuan untuk kesejahteraan manusia, serta memiliki pengaruh besar terhadap masyarakat dunia, atau bahkan perubahan dunia itu sendiri.

Kalau diistilahkan secara singkat, PBB memiliki banyak fungsi, antara lain; fungsi proteksi (memberi perlindungan pada seluruh anggotanya), sosialisasi (tempat menyampaikan nilai dan norma-norma), pengendali konflik (mengendalikan konflik antar negara, alias menjadi penengah agar tidak terjadi perang), fungsi integrasi (membina persahabatan bangsa-bangsa), fungsi kooperatif (mampu bekerja sama di segala bidang antar bangsa di dunia), fungsi negosiasi (memfasilitasi permusyawaratan dalam membentuk hukum), dan fungsi arbitrase (yang diharapkan dapat menyelesaikan masalah secara hukum agar tidak menjadi masalah yang akhirnya mengganggu kedamaian).

Keorganisasian PBB


Ada enam bagian utama dalam PBB, antara lain: Majelis Umum, Dewan Keamanan, Dewan Ekonomi dan Sosial, Sekretariat, Mahkamah Internasional, dan Dewan Perwalian yang sekarang tidak aktif sejak tahun 1994.
  • Majelis Umum (majelis musyawarah utama)
  • Dewan Keamanan (memutuskan resolusi tertentu untuk perdamaian dan keamanan)
  • Dewan Ekonomi dan Sosial (membantu mempromisikan kerjasama ekonomi, sosial dan pembangunan intenasional)
  • Sekretariat (menyediakan studi, informasi dan fasilitas yang diperlukan PBB)
  • Mahkamah Internasional (organ peradilan primer)

Dalam PBB mengedepankan asas-asas sebagaimana berikut:
  • Persamaan setiap anggota dalam kedaulatan.
  • Semua anggota memenuhi kewajiban secara jujur
  • Penyelesaian pertikaian secara damai.
  • Penghapusan kekerasan.
  • Pemberian bantuan apa yang diperlukan PBB.
  • Penghargaan keselarasan asas-asas tersebut oleh Negara yang bukan anggota PBB.
  • Menghormati urusan dalam negeri mana pun yang tidak boleh dicampuri oleh PBB.

Yang dari asas tersebut sebagai pemersatu sekaligus penghormatan yang besar untuk kesetaraan, kesejahteraan, dan perdamaian dunia.

Sejauh ini, PBB telah berhasil mendamaikan beberapa konflik, seperti sengketa Indonesia dan Belanda terkait irian barat, serta menyelesaikan penjajahan di beberapa daerah Afrika yang kemudian muncul negara-negara di Afrika menjadi negara merdeka, kemudian menyelesaikan konflik antara AS dengan US tentan peluru nuklir di Kuba, dan memisahkan pasukan perang India dengan Pakistan.

Markas besar PBB berada di Manhattan, New York City, dan memiliki hak ekstratteritorial (hak di luar planet bumi). Kantor lainnya terletak di Wina, Jenewa, dan Nairobi. Selain memiliki markas, ternyata PBB menjadi tempat bagi Palestina dan Vatikan, walau keduanya bukanlah negara anggota dari PBB.

Selama PBB ada, telah memerdekakan delapan puluh lebih koloni. PBB mendeklarasikan pemberian kemerdekaan kepada setiap negara, dan konsentrasi pada dekolonisasi (penghapusan daerah jajahan, bahkan perbudakan). Sejauh perjalanan PBB pula, selalu ada sumbangan dana secara sukarela dari negara-negara anggotanya untuk melakukan operasi kegiatan yang diadakan.

Selebihnya, di abad 21 yang amat modern ini, ada beberapa kalangan yang memertanyakan, apakah masih perlu adanya PBB di dunia ini? Atau ada pula yang menginginkan PBB agar memainkan peran yang lebih besar dalam dunia agar lebih efektif, sedang sebagian menginginkan agar perannya dikurangi dalam hal kemanusiaan.[]

Labels: 2018, Kebudayaan

Terima Kasih telah membaca About of PBB. Kalau kalian suka, bagikan...!

0 Comment for "About of PBB"

Back To Top