Upaya Memusnahkan Kesengsaraan = Upaya Memusnahkan Manusia


Terlalu banyak kesengsaraan di dunia ini. Dari manusia yang tersiksa menahan lapar, mencari tempat tinggal, terusir, terperas, terperdaya, terpenjara, tersingkirkan, terasingkan, dibubuh, terhina, luput perbuatan, sakit berkepanjangan, dan akan panjang sekali kalau disebutkan si kesengsaraan itu. Cara terbaik untuk menyelesaikan itu semua kadang hanya kematian. Makanya tidak aneh semisal ada cerita suatu kelompok ingin memusnahkan sebagian kehidupan manusia untuk mengurangi kesengsaraan. Walau, tentu dengan resiko, orang yang berbahagia pun juga ikut mati demi menyelesaikan kesengsaraan orang lain.

Semisal saya dijadikan tuhan untuk mengurus satu jenis makhluk yang keberadaannya seperti manusia, jelas saya akan frustasi, dan bisa jadi hanya ada neraka atau hanya akan ada surga yang saya siapkan. Kenapa saya hanya memilih satu saja untuk tempat akhir, bukan keduanya? Karena jelas saya kebingungan mau menentukan manusia yang ini akan di surga atau di neraka? Sifat manusia itu berubah-ubah, ada baik ada jahatnya. Daripada bingung memilah mana yang harus ke surga dan mana yang harus ke neraka, mending pilih satu agar kelar urusan.

Jumlah manusia yang menderita dengan manusia yang bahagia, berapa perbandingannya? Paling, lebih banyak jumlah menderitanya, sebab manusia lebih sering merasa kurang daripada merasa lebih. Jelas, merasa kurang itu bukan membuat manusia senang, itu akan membuat manusia cemberut dan terpuruk berkepanjangan. Ini tidak mayoritas, tapi hampir sebagian besar.

Jumlah orang sabar di dunia ini bisa dibilang sedikit, karena ini sifat yang unik. Kalau banyak orang sabar, tentu kebencian, tindak kekerasan, dan sejenis yang sesaudara dengan kedua hal itu, tidak akan membuat orang di sekitarnya merasakan hal yang sama.

Memikirkan kesengsaraan orang lain, saya malah ikut sengsara. Tidak bisa mengatan baik-baik saja ketika melihat seorang lelaki tidur di pinggir jalan sedang angin malam berhembus kencang. Tidak akan merasa baik-baik saja saat mata ini melihat seseorang dieksekusi, dipenjara, dipukuli dan sejenisnya. Bayangkan, kalau saya berada di posisi yang menyedihkan itu, tentu saya mengharap pengampunan. Orang lain bisa saja bilang, "bunuh dia, hakimi dia, pukuli, penjara, jangan kasih makan, dan sebagainya". Tapi apakah masih bisa bilang begitu semisal dirinya berada di posisi tersebut?

Saya tak mau mengatakan sedih mendapati begitu banyak kesengsaraan di dunia ini, di sekitar saya, atau di negeri ini. Karena bagaimana pun sedihnya saya, saya malah ingin memusnahkan sebagian manusia dan menanggung dosanya seorang diri, daripada saya melihat kesengsaraan-kesengsaraan manusia lain. Cukup kejam sebetulnya, tapi cara lain apa lagi yang bisa diperbuat, selain itu? Membuat semua orang bahagia? Itu amat mustahil dilakukan, karena sebanyak apa pun seseorang dibuat bahagia, orang tersebut masih merasa kurang.[]
Labels: 2020

Terima Kasih telah membaca Upaya Memusnahkan Kesengsaraan = Upaya Memusnahkan Manusia. Kalau kalian suka, bagikan...!

0 Comment for "Upaya Memusnahkan Kesengsaraan = Upaya Memusnahkan Manusia"

Back To Top