Perspektif Ledakan Besar di Beirut Lebanon

Tepat pada sore hari di tanggal 4 Agustus 2020, ledakan besar terjadi di Beirut, ibukota Lebanon yang terletak di pesisir pantai. Media menyatakan, ratusan orang yang meninggal karena ledakan, padahal, bisa saja ribuan orang tanpa sadar telah berpindah alam di kota Beirut tersebut. Ledakan yang terjadi di Beirut, adalah sebagian kecil dari hal-hal yang akan terjadi di waktu mendatang.

Banyak sekali perspektif yang bisa diambil sebagai tinjauan, apakah benar ledakan tersebut disebabkan oleh bahan-bahan yang mengandung sodium netrat yang terbakar, atau akan ada penjelasan lain yang serupa tentang sesuatu yang membuat ledakan tersebut terjadi?

Ada sudut pandang yang perlu ditawarkan pada semua orang. Bagaimana kalau di Beirut terutama di tempat yang meledak, adalah sarang dari para penjahat dunia? Para penjahat tersebut tidak sadar bahwa ada yang menyusup dan meledakkan tempat persenjataan yang penuh peledak tersebut? Sebab, mau dijelaskan secara ilmiah apa pun, ledakan sebesar itu tidak mungkin meledak karena sekarung atau lima ratus karung bubuk yang mudah meledak. Tempat itu terbakar dan meledak karena memang ada bahan yang diolah untuk meledak, dan pasti ada dalang yang sengaja meledakkan. Siapa yang meledakkan? Ada dua sudut pandang, bisa saja orang baik, atau pula orang jahat. Kalau benar Beirut sarang penjahat, berarti yang meledakkan adalah orang baik. Begitupun sebaliknya.

Apakah perlu berduka cita atas meninggalnya para korban? Ini kembali pada urusan masing-masing yang merasa perlu prihatin. Namun, prihatin pada sesuatu yang belum jelas duduk perkaranya hanya akan membuat si tukang prihatin berada di sisi yang bimbang, antara dia bagian dari penjahatnya atau orang baiknya.

Masalah seperti ledakan di Beirut ini tidak perlu dipertanyakan siapa yang harus bertanggung jawab atau repot-repot mencari dalangnya. Sebab, jika ditemukan atau pertanyaan siapa penyebabnya terjawab, manusia tak bisa melakukan apa-apa, mengadilinya pun tak guna.

Terakhir, jangan hanya karena merasa hidup aman dan normal, lalu tidak waspada pada keadaan damai. Kedamaian seringkali membawa petaka, bisa saja menjadi kebenaran.[]



Labels: 2020, Renungan

Terima Kasih telah membaca Perspektif Ledakan Besar di Beirut Lebanon. Kalau kalian suka, bagikan...!

0 Comment for "Perspektif Ledakan Besar di Beirut Lebanon"

Back To Top