Pertengkaran Masehi dan Hijriah

Tradisi kadang simpang siur dengan agama, walau agama itu sendiri sebetulnya ada karena tradisi. Karena memiliki satu kesatuan yang akrab itulah, mungkin, membuat sebagian besar orang menjalani kehidupannya menurut agama dan mengira dia telah lepas dari tradisi. Salah satu hal yang membuktikan kemungkinan tersebut adalah bingungnya orang saat menentukan malam. Seperti bingungnya orang saat ingin menjawab pertanyaan, "Malam selasa itu ada di hari senin atau hari selasa?"

Kita sepakat bahwa agama terbesar saat ini adalah Kristen dan Islam. Dan kalender yang familiar adalah Masehi bukan Hijriah. Kefamiliaran ini terjadi karena koran, media informasi dan benda elektronik menggunakan kalender Masehi untuk menunjukkan waktu (secara tidak langsung, tradisi orang islam ditindih oleh tradisi agama lain). Tidak ada kriteria khusus yang menunjukkan bahwa, orang islam akan menerima koran atau memiliki perangkat elektronik yang berkalenderkan Hijriah. Hal ini membuat kehidupan kadang lucu dan menjengkelkan kalau ditautkan dengan waktu.

Pernah saya undang teman untuk datang ke acara pada kamis sehabis isyak. Di undangan cukup jelas tertulis, "Kamis 04 Juni 2020, Jam 19.00 WIB." Mungkin dia membaca sekilas dan menyimpulkan, "Ah, ada undangan malam kamis habis Isyak." Tapi dia datang pada hari Rabu setelah Isyak, dan marah-marah karena acara belum dimulai.

Saya bilang, "Kan malam kamis, bukan sekarang."

Dia ngotot, "Sekarang, kan sudah malam kamis."

Saya tunjukkan undangan, barulah dia berhenti ngoceh. Kemudian dia bilang, "Lain kali perjelas saja, 'malam jumat habis isyak', biar tidak salah paham orang yang menerima undangan."

Mendapati pernyataannya yang begitu, saya menjadi bingung sendiri. "Jumat habis isyak, kan bukan tanggal 04 Juni? Ini saya yang salah, apa dia yang eror?"

Setelah saya amati ulang, rupanya ada jenis manusia yang menggunakan kalender Masehi tapi fanatik pada hari Hijriah. Tepatnya, ada jenis orang yang tidak bisa membedakan, kapan pergantian hari dari masing-masing Penanggalan.

Kemudian penting saya perjelas bahwa, "Pergantian hari dari tahun Masehi itu dihitung setelah jam 12 Malam, sedangkan Pergantian hari pada tahun Hijriah dihitung setelah jam 12 Siang." Dan mohon jangan dibolak-balik (ini pelajaran anak SD), agar tidak telat atau terlalu awal dalam menghadiri suatu jadwal pertemuan.

Tahulah, bahwa tradisi menyebut nama untuk malam di negara kita ini sering salah dan dianggap benar, dan orang yang benar merasa malu oleh kebenarannya sendiri.[]





Labels: 2020, Kebudayaan

Terima Kasih telah membaca Pertengkaran Masehi dan Hijriah. Kalau kalian suka, bagikan...!

0 Comment for "Pertengkaran Masehi dan Hijriah"

Back To Top