Keunikan Manusia

Semua orang boleh marah, boleh sedih, tak peduli bahkan mengaku sebagai utusan tuhan atau mengaku tuhan itu sendiri. Walau tentu ada orang lain yang berkomentar dan tak senang. Tetapi, bukankah tak senang, berkomentar dan segala hal itu boleh-boleh saja? Setiap manusia terserah mau jadi apa pun. Jadi setan? Bahkan jadi Iblisnya Iblis tak masalah. Hanya, hanya saja, merasa enak diri atau tidak? Merasa tertekan, atau merasa bebas?

Itulah sebab, ada orang yang menjadi pengkhianat, yang kemudian berdiri di atas kecemasan, ada pula yang memilih setia dan kemudian berdiri di atas kedamaian. Lalu hidup ini, sepatutnya setia pada apa? Setia pada hakikat, kebenaran atau menjadi jenis setia itu sendiri?

Manusia terlalu sering membahas kemanusiaan, meneriakkan kemanusiaan, tapi lupa menjadi manusia. Memang kenapa kalau lupa menjadi manusia? Tak apa, karena semua orang bisa menjadi apa pun, terserah maunya sendiri. Tapi, ya, masa mau menjadi diri sendiri, sedang saat ditanya dirinya siapa, tak bisa menjawab.

Manusia itu memang kodratnya memiliki seribu lebih wajah, seribu lebih sifat, bahkan seribu lebih bentuk. Tidak seperti malaikat, yang mau apa pun tetaplah malaikat. Tidak seperti setan dan iblis, yang dalam kegiatan apa pun, tetaplah setan dan iblis.

Ah, ini kenapa merasa tak jelas sendiri? Baik, waktunya menjadi kelelawar.[]

Labels: 2020, Abstrak

Terima Kasih telah membaca Keunikan Manusia. Kalau kalian suka, bagikan...!

0 Comment for "Keunikan Manusia"

Back To Top