Persepsi Usaha Keras

Usaha keras, dua kata ini seperti pentungan yang menjengkelkan. Karena setiap kali berbuat malas, lemah, dan terpuruk dalam suatu keadaan, kalimat sok bijak dari usaha keras itu seperti malaikat pembunuh angin.

"Kau bukan manusia berbakat yang bisa jaya dengan bakatnya, kau harus berusaha keras untuk mencapai persepsi kejayaanmu sendiri."

Kalimat itu, tak jarang membuat sebagian orang bunuh diri dengan alasan, "aku sudah berusaha keras, tapi hasilnya tetap tak ada beda dengan mereka yang malas-malasan". Memang, iya juga, hanya orang yang memiliki hati dan kepala sekeras batu yang tak mempedulikan kegagalan dari usaha keras. Lagipula, kalau bisa usaha lembek, kenapa harus usaha keras?

Hampir semua orang khawatir tentang hidupnya. Kekhawatiran itu kadang lebih panjang usianya dibanding usia orang yang merasa khawatir. Ini ibarat kucing jantan takut hamil, atau mirip angin takut ruang.

Persepsi dari usaha keras terlalu sederhana kalau disandingkan dengan hasil. Atau, sebut saja, terlalu tak setara kalau disandingkan dengan hasil yang berupa barang. Sebab, saat kau tak berusaha keras, hasil yang kau dapat akan cepat menguap, seberapa besar pun hasil yang kau dapat. Tidak memuaskan memang, tapi itulah bukti bahwa usaha keras tak pantas disandingkan dengan hasil.

Ini mirip, atau nyaris sama saat kau berusaha keras mendapatkan pasangan. Bandingkan dengan situasi saat kau dengan mudahnya mendapatkan pasangan. Lihat, seberapa erat kau dapat menggenggam hasilnya.[]


Labels: 2020

Terima Kasih telah membaca Persepsi Usaha Keras. Kalau kalian suka, bagikan...!

0 Comment for "Persepsi Usaha Keras"

Back To Top