11 Desember

Bulan merangkak malas untuk mengakhiri tahun, dan hari merebahkan diri di setiap jam menuju pergantian siang.
Kemalasan tidak membuat manusia berhenti berpikir tentang, kenapa dirinya malas? Kemalasan juga bukan kemunduran manusia sebagai makhluk pengubah permukaan dunia. Pikiran lain dari seorang pengamat perilaku sosial berkata, "Puncak tertinggi dari tidak menginginkan apa-apa dalam hidup adalah kemalasan."

Malas bukanlah perkara salah atau dosa, melainkan penyakit yang perlu disembuhkan dengan kekonsistenan dan perlu dilawan secara mati-matian. Sebagaimana penyakit, orang sakit tidak bersalah atas sakitnya, kan?

Barangkali banyak orang malas tapi dirinya merasa baik-baik saja, padahal dia sedang sakit dan perlu diobati. Dan sepertinya, menulis dengan diksi mirip penceramah bagian dari penyakit yang dialami penulis fiksi. Untuk itu, penulis perlu berobat, dan obat terbaik hanya dapat dibuat oleh penulis itu sendiri. Memang, tidak ada ceritanya tukang pijat mengalami nyeri dan memijat dirinya sendiri, atau tukang suntik mengalami sakit lalu menyuntik dirinya sendiri, atau pula Ibu Bidan yang akan melahirkan tapi dibidani sendiri, bukan seperti itu, penulis tak butuh itu. Penulis bisa bangkit sesuai usahanya sendiri.

Apakah tak ada waktu untuk melakukan suatu hal hingga si malas yang dijadikan tersangka?

Entah, ini nulis apaan, coba? Apakah seperti ini jenis malas yang susah diobati?[]



Labels: 2020

Terima kasih telah membaca 11 Desember. Kalau Anda suka, bagikan!

0 Comment for "11 Desember"

Back To Top