Ada yang Mengganggu

Soal keselamatan. Hampir seluruh makhluk hidup memiliki insting untuk menyelamatkan diri dari bahaya. Selamat tidak hanya berlaku bagi hal yang baik-baik, hal yang buruk pun kadang perlu selamat. Itulah kenapa seorang maling, dia berdoa agar selamat selama bermaling. Hampir mirip dengan seorang kiai yang berdoa semoga selamat dalam perjalanan menuju pengajian.

Apakah keselamatan hanya berpihak pada hal baik saja? Seharusnya, hanya hal baik saja yang mendapatkan keselamatan. Kalau maling kemudian baik-baik saja setelah selesai bermaling, pasti cara bermalingnya memang baik, sehingga keselamatan berani memihaknya. Sebab, mau bagaimana pun doa disematkan, ketika hal buruk mengharap keselamatan, keselamatan susah untuk melirik. Kadang tidak terjadi apa-apa setelah selesai melakukan keburukan, paling hanya memiliki rasa bersalah, rasa berdosa, atau paling mengerikannya mengalami mimpi buruk selama hidup, seperti yang sering dialami seorang veteran perang.

Tapi, oh, tapi, tapi... selamat memiliki konsepnya sendiri. Pengertian dan penerapannya berbeda-beda. Seperti orang yang tidak meninggal dari kecelakaan parah yang menghancurkan mobil dan merusak aspal. Bagi orang lain itu adalah keselamatan karena si korban tidak meninggal. Rumah terbakar, kena longsor, banjir, atau dibegal, atau pula anggota badannya hilang, merupakan suatu keselamatan bagi orang lain sebab si korban selamat jiwanya. Bisa dikata, kadang ukuran selamat seseorang adalah karena orang tersebut tidak mati. Meski bisa jadi, kematian adalah bentuk dari keselamatan.

Pada akhirnya, konsep selamat yang dipatokkan Tuhan dengan konsep selamat yang disematkan manusia, memiliki sisi lain yang sama sekali berbeda. Bagaimana bila kematian adalah keselamatan paling tinggi yang Tuhan sediakan? Hingga, saat ada yang bermaling berdoa mohon selamat, mati saat dirinya bermaling, sebab dia sedang diselamatkan.[]



Labels: 2021, Abstrak

Terima kasih telah membaca Ada yang Mengganggu. Kalau Anda suka, bagikan!

0 Comment for "Ada yang Mengganggu"

Back To Top